Senin, 04 Juli 2011

AYAT-AYAT TENTANG MATERI PENDIDIKAN ISLAM


AYAT-AYAT TENTANG MATERI PENDIDIKAN ISLAM
Published://http.referensiagama.blogspot.com by sariono sby

BAB I
PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan aktivitas yang sengaja dilakukan untuk mengaktualisasikan segala potensi yang ada pada diri peserta didik,baik yang menyangkut ranah afektif, kognitif maupun psikomotorik. Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mengembangkan individu secara penuh yang sarat akan norma dan nilai- nilai .
Bahkan apabila dikaji secara teliti, Islam merupakan agama ilmu ( akal ) dan agama amal. Karena itu Islam selalu mendorong umatnya untuk mempergunakan akalnya guna menuntut ilmu pengetahuan agar dengan demikian mereka dapat mengetahui dan membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Sebagai sumber pedoman bagi umat Islam, Al-Qur’an mengandung nilai-nilai yang membudayakan manusia, begitu pula dengan nilai yang berkaitan dengan pendidikan banyak sekali ayat-ayat dalam Al-Qur’an mengandung motivasi kependidikan bagi umat manusia. Tapi pada makalah ini kami membatasinya pada ayat-ayat yang berkenaan dengan materi pendidikan islam.















BAB II
PEMBAHASAN
A. Materi Pendidikan
Dari segi etimologi atau bahasa, kata pendidikan berasal kata "didik" yang mendapat awalan pe- dan akhiran -an sehingga pengertian pendidikan adalah sistem cara mendidik atau memberikan pengajaran dan peranan yang baik dalam akhlak dan kecerdasan berpikir.
Kemudian ditinjau dari segi terminology, banyak batasan dan pandangan yang dikemukakan para ahli untuk merumuskan pengertian pendidikan, namun belum juga menemukan formulasi yang tepat dan mencakup semua aspek, walaupun begitu pendidikan berjalan terus tanpa menantikan keseragaman dalam arti pendidikan itu sendiri. Pengertian pendidikan yang kami maksud sebagai berikut:
1. Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
2. Dalam ”Basic Kompetensi guru”, Kata pendidikan dapat artikan yaitu:
a. Mengembangkan dan memberikan bantuan untuk berbagai tingkat pertumbuhan atau mengembangkan pengetahuan, kebijaksanaan, kualitas jiwa, kesehatan fisik dan kompetensi.
b. Memberikan pelatihan formal dan praktek yang di supervisi.
c. Menyediakan informasi.
d. Meningkatkan dan memperbaiki.
Sedangkan kata materi yang berarti bahan semakna dengan isi kurikulum. Dalam konteks pendidikan, Materi pendidikan adalah komponen penting yang harus disesuaikan dalam pendidikan, karena akan menyebabkan kesalahan yang sangat besar apabila sebuah materi pembelajaran tidak disusun sedemikaian rupa.
Apabila dikaitkan dengan ”PP No. 19 tahun 2005 Bab 1 ayat 1 pasal 5)” sebagaimana dikutip Dr. Wina Sanjaya, M. Pd, mengemukakan bahwa materi atau bahan pendidikan disebut standar isi yaitu : ruang lingkup materi dan tingkat komponen yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Maka hakikat dari penggunaan dan penyesuaian materi adalah agar peserta didik mampu terarah dengan baik, tidak hanya sekedar belajar tanpa meteri yang dipersiapkan dengan matang dan disesuaikan dengan usia perkembangan peserta didik.

B. Ayat-ayat tentang materi pendidikan.
Seperti yang telah kami sebutkan di atas bahwa banyak sekali ayat-ayat tentang pendidikan, begitu juga tentang materi pendidikan, di antaranya yaitu :
1. Al Qur’an surat Luqman ayat 12-19 sebagai berikut:
ô‰s)s9ur $oY÷s?#uä z`»yJø)ä9 spyJõ3Ïtø:$# Èbr& öä3ô©$# ¬! 4 `tBur öà6ô±tƒ $yJ¯RÎ*sù ãä3ô±o„ ¾ÏmÅ¡øÿuZÏ9 ( `tBur txÿx. ¨bÎ*sù ©!$# ;ÓÍ_xî Ó‰‹ÏJym ÇÊËÈ
12. Dan Sesungguhnya Telah kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
øŒÎ)ur tA$s% ß`»yJø)ä9 ¾ÏmÏZö/ew uqèdur ¼çmÝàÏètƒ ¢Óo_ç6»tƒ Ÿw õ8ÎŽô³è@ «!$$Î/ ( žcÎ) x8÷ŽÅe³9$# íOù=Ýàs9
ÒOŠÏàtã ÇÊÌÈ
13. Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
$uZøŠ¢¹urur z`»|¡SM}$# Ïm÷ƒy‰Ï9ºuqÎ/ çm÷Fn=uHxq ¼çm•Bé& $·Z÷dur 4’n?tã 9`÷dur ¼çmè=»|ÁÏùur ’Îû Èû÷ütB%tæ
Èbr& öà6ô©$# ’Í< y7÷ƒy‰Ï9ºuqÎ9ur ¥’n<Î) 玍ÅÁyJø9$# ÇÊÍÈ
14. Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu.
bÎ)ur š‚#y‰yg»y_ #’n?tã br& š‚͍ô±è@ ’Î1 $tB }§øŠs9 y7s9 ¾ÏmÎ/ ÖNù=Ïæ Ÿxsù $yJßg÷èÏÜè? ( $yJßgö6Ïm$|¹ur ’Îû $u‹÷R‘‰9$# $]ùrã÷ètB ( ôìÎ7¨?$#ur Ÿ@‹Î6y™ ô`tB z>$tRr& ¥’n<Î) 4 ¢OèO ¥’n<Î) öNä3ãèÅ_ötB Nà6ã¥Îm;tRé'sù $yJÎ/ óOçFZä. tbqè=yJ÷ès? ÇÊÎÈ
15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, Kemudian Hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan.
¢Óo_ç6»tƒ !$pk¨XÎ) bÎ) à7s? tA$s)÷WÏB 7p¬6ym ô`ÏiB 5AyŠöyz `ä3tFsù ’Îû >ot÷‚|¹ ÷rr& ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$#
÷rr& ’Îû ÇÚö‘F{$# ÏNù'tƒ $pkÍ5 ª!$# 4 ¨bÎ) ©!$# ì#‹ÏÜs9 ׎Î7yz ÇÊÏÈ
16. (Luqman berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
¢Óo_ç6»tƒ ÉOÏ%r& no4qn=¢Á9$# öãBù&ur Å$rã÷èyJø9$$Î/ tm÷R$#ur Ç`tã ̍s3ZßJø9$# ÷ŽÉ9ô¹$#ur 4’n?tã !$tB y7t/$|¹r& (
¨bÎ) y7Ï9ºsŒ ô`ÏB ÇP÷“tã Í‘qãBW{$# ÇÊÐÈ
17. Hai anakku, Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
Ÿwur öÏiè|Áè? š‚£‰s{ Ĩ$¨Z=Ï9 Ÿwur Ä·ôJs? ’Îû ÇÚö‘F{$# $·mttB ( ¨bÎ) ©!$# Ÿw =Ïtä†
¨@ä. 5A$tFøƒèC 9‘qã‚sù ÇÊÑÈ
18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
ô‰ÅÁø%$#ur ’Îû šÍ‹ô±tB ôÙàÒøî$#ur `ÏB y7Ï?öq|¹ 4 ¨bÎ) ts3Rr& ÏNºuqô¹F{$# ßNöq|Ás9
ÎŽÏJptø:$# ÇÊÒÈ
19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

2. Surat Yusuf ayat 4- 8 sebagai berikut:
øŒÎ) tA$s% ß#ß™qムÏm‹Î/L{ ÏMt/r'¯»tƒ ’ÎoTÎ) àM÷ƒr&u‘ y‰tnr& uŽ|³tã $Y6x.öqx. }§ôJ¤±9$#ur tyJs)ø9$#ur öNåkçJ÷ƒr&u‘ ’Í< šúïωÉf»y™ ÇÍÈ
4. (ingatlah), ketika Yusuf Berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, Sesungguhnya Aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku."

tA$s% ¢Óo_ç6»tƒ Ÿw óÈÝÁø)s? x8$tƒöäâ‘ #’n?tã y7Ï?uq÷zÎ) (#r߉‹Å3uŠsù y7s9 #´‰øŠx. ( ¨bÎ) z`»sÜø‹¤±9$# Ç`»|¡SM~Ï9 Ar߉tã ÑúüÎ7•B ÇÎÈ
5. Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, Maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia."

y7Ï9ºx‹x.ur šŠÎ;tFøgs† y7•/u‘ y7ßJÏk=yèãƒur `ÏB È@ƒÍrù's? Ï]ƒÏŠ%tnF{$# OÏFãƒur ¼çmtFyJ÷èÏR šø‹n=tã #’n?tãur ÉA#uä z>qà)÷ètƒ !$yJx. $yg£Jn@r& #’n?tã y7÷ƒuqt/r& `ÏB ã@ö6s% tLìÏdºtö/Î) t,»ptôžÎ)ur 4 ¨bÎ) y7­/u‘ íOŠÎ=tæ ÒOŠÅ3ym ÇÏÈ
6. Dan Demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana dia Telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

ô‰s)©9 tb%x. ’Îû y#ß™qムÿ¾ÏmÏ?uq÷zÎ)ur ×M»tƒ#uä tû,Î#ͬ!$¡¡=Ïj9 ÇÐÈ
7. Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.

øŒÎ) (#qä9$s% ß#ß™qã‹s9 çnqäzr&ur =ymr& #’n<Î) $oYŠÎ/r& $¨YÏB ß`øtwUur îpt7óÁãã ¨bÎ) $tR$t/r& ’Å"s9 9@»n=|Ê AûüÎ7•B ÇÑÈ
8. (yaitu) ketika mereka berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.

3. Surat Hud ayat 42-46 sebagai berikut:
}‘Édur “̍øgrB óOÎgÎ/ ’Îû 8löqtB ÉA$t6Éfø9$$x. 3“yŠ$tRur îyqçR ¼çmoYö/$# šc%Ÿ2ur ’Îû 5AÌ“÷ètB ¢Óo_ç6»tƒ =Ÿ2ö‘$# $oYyè¨B Ÿwur `ä3s? yì¨B tûï͍Ïÿ»s3ø9$# ÇÍËÈ
42. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. dan Nuh memanggil anaknya,[719] sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir."

tA$s% ü“Ír$t«y™ 4’n<Î) 9@t6y_ ÓÍ_ßJÅÁ÷ètƒ šÆÏB Ïä!$yJø9$# 4 tA$s% Ÿw tLÄŒ$tã tPöqu‹ø9$# ô`ÏB ̍øBr& «!$# žwÎ) `tB zOÏm§‘ 4 tA%tnur $yJåks]÷t/ ßlöqyJø9$# šc%s3sù z`ÏB šúüÏ%tøóßJø9$# ÇÍÌÈ
43. Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari Ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha penyayang". dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; Maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.

Ÿ@ŠÏ%ur ÞÚö‘r'¯»tƒ ÓÉën=ö/$# Ï8uä!$tB âä!$yJ|¡»tƒur ÓÉëÎ=ø%r& uÙ‹Ïîur âä!$yJø9$# zÓÅÓè%ur ãøBF{$# ôNuqtFó™$#ur ’n?tã Äd“ÏŠqègø:$# ( Ÿ@ŠÏ%ur #Y‰÷èç/ ÏQöqs)ù=Ïj9 tûüÏJÎ=»©à9$# ÇÍÍÈ
44. Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan Hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan[720] dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi[721], dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim ."

3“yŠ$tRur ÓyqçR ¼çm­/§‘ tA$s)sù Å_Uu‘ ¨bÎ) ÓÍ_ö/$# ô`ÏB ’Í?÷dr& ¨bÎ)ur x8y‰ôãur ‘,ysø9$# |MRr&ur ãNs3ômr& tûüÏJÅ3»ptø:$# ÇÍÎÈ
45. Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan Sesungguhnya janji Engkau Itulah yang benar. dan Engkau adalah hakim yang seadil-adilnya."

tA$s% ßyqãZ»tƒ ¼çm¯RÎ) }§øŠs9 ô`ÏB šÎ=÷dr& ( ¼çm¯RÎ) î@uHxå çŽöxî 8xÎ=»|¹ ( Ÿxsù Ç`ù=t«ó¡n@ $tB }§øŠs9 y7s9 ¾ÏmÎ/ íNù=Ïæ ( þ’ÎoTÎ) y7ÝàÏãr& br& tbqä3s? z`ÏB tûüÎ=Îg»yfø9$# ÇÍÏÈ
46. Allah berfirman: "Hai Nuh, Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), Sesungguhnya (perbuatan)nya[722] perbuatan yang tidak baik. sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan."

4. Surat Maryam ayat 27-33 sebagai berikut:
ôMs?r'sù ¾ÏmÎ/ $ygtBöqs% ¼ã&é#ÏJøtrB ( (#qä9$s% ÞOtƒöyJ»tƒ ô‰s)s9 ÏM÷¥Å_ $\«ø‹x© $wƒÌsù ÇËÐÈ
27. Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. kaumnya berkata: "Hai Maryam, Sesungguhnya kamu Telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.

|M÷zé'¯»tƒ tbr㍻yd $tB tb%x. Ï8qç/r& r&tøB$# &äöqy™ $tBur ôMtR%x. Å7•Bé& $|‹Éót/ ÇËÑÈ
28. Hai saudara perempuan Harun[902], ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina",

ôNu‘$x©r'sù Ïmø‹s9Î) ( (#qä9$s% y#ø‹x. ãNÏk=s3çR `tB šc%x. ’Îû ωôgyJø9$# $wŠÎ6|¹ ÇËÒÈ
29. Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?"

tA$s% ’ÎoTÎ) ߉ö7tã «!$# zÓÍ_9s?#uä |=»tGÅ3ø9$# ÓÍ_n=yèy_ur $wŠÎ;tR ÇÌÉÈ
30. Berkata Isa: "Sesungguhnya Aku Ini hamba Allah, dia memberiku Al Kitab (Injil) dan dia menjadikan Aku seorang nabi,

ÓÍ_n=yèy_ur %º.u‘$t7ãB tûøïr& $tB àMZà2 ÓÍ_»|¹÷rr&ur Ío4qn=¢Á9$$Î/ Ío4qŸ2¨“9$#ur $tB àMøBߊ $|‹ym ÇÌÊÈ
31. Dan dia menjadikan Aku seorang yang diberkati di mana saja Aku berada, dan dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama Aku hidup;

#Ct/ur ’ÎAt$Î!ºuqÎ/ öNs9ur ÓÍ_ù=yèøgs† #Y‘$¬7y_ $|‹É)x© ÇÌËÈ
32. Dan berbakti kepada ibuku, dan dia tidak menjadikan Aku seorang yang sombong lagi celaka.

ãN»n=¡¡9$#ur ¥’n?tã tPöqtƒ ‘N$Î!ãr tPöqtƒur ÝVqãBr& tPöqtƒur ß]yèö/é& $|‹ym ÇÌÌÈ

33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari Aku dilahirkan, pada hari Aku meninggal dan pada hari Aku dibangkitkan hidup kembali".

5. Surat Al Baqarah ayat 132-133 sebagai berikut:
4Óœ»urur !$pkÍ5 ÞO¿Ïdºtö/Î) Ïm‹Ï^t/ Ü>qà)÷ètƒur ¢ÓÍ_t6»tƒ ¨bÎ) ©!$# 4’s"sÜô¹$# ãNä3s9 tûïÏe$!$# Ÿxsù £`è?qßJs? žwÎ) OçFRr&ur tbqßJÎ=ó¡•B ÇÊÌËÈ
132. Dan Ibrahim Telah mewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah Telah memilih agama Ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".

÷Pr& öNçGYä. uä!#y‰pkà­ øŒÎ) uŽ|Øym z>qà)÷ètƒ ßNöqyJø9$# øŒÎ) tA$s% Ïm‹Ï^t7Ï9 $tB tbr߉ç7÷ès? .`ÏB “ω÷èt/ (#qä9$s% ߉ç7÷ètR y7yg»s9Î) tm»s9Î)ur y7ͬ!$t/#uä zO¿Ïdºtö/Î) Ÿ@ŠÏè»yJó™Î)ur t,»ysó™Î)ur $Yg»s9Î) #Y‰Ïnºur ß`øtwUur ¼ã&s! tbqßJÎ=ó¡ãB ÇÊÌÌÈ
133. Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia Berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Maha Esa dan kami Hanya tunduk patuh kepada-Nya".


C. Materi pendidikan dalam Islam
Merujuk pada ayat-ayat tentang materi pendidikan baik dari surat Luqman ayat 12-19, Yusuf: 4-8, Hud: 42-46, Maryam: 27-33 dan Al Baqarah: 132-133, paling tidak terdapat tiga materi pendidikan. Ketiga materi pendidikan tersebut antara lain:
1. Materi Tauhid/Aqidah/ Keimanan.
2. Materi Ibadah/Syari’ah.
3. Materi akhlak.
Di bawah ini secara berurutan penulis paparkan kandungan dan tafsiran ayat tentang materi pendidikan , sebagai berikut :
1. Materi tauhid, terdapat dalam Al Qur’an :
a. Surat Luqman:
Pendidikan / Penanaman aqidah merupakan landasan pertama dalam pembentukan karakteristik dan moral anak. Hal ini telah dicontohkan Luqman al-Hakim dalam ayat 13: “Wahai anakku, janganlah kamu berbuat syirk kepada Allah, karena sesungguhnya perbuatan syirk itu adalah kezaliman yang besar”. Dalam ayat tersebut, jelas-jelas Luqman menasehati anaknya untuk tidak melakukan perbuatan syirk. Nasehat Luqman adalah ajaran tauhid kepada Allah swt.
Pada ayat 12 dan 14 Allah telah menunjukkan dua kali tentang pentingnya syukur, baik syukur kepada Allah maupun syukur kepada kedua orang tua. Syukur kepada Allah sebagai manifestasi dari segala nikmat dan anugerah yang telah diberikan oleh-Nya kepada manusia, dan itu sebagai wujud aplikasi keimanan seseorang kepada Allah.
Dengan demikian, hakekat syukur adalah proporsionalisasi, yaitu menempatkan nikmat yang diperoleh pada tempatnya sesuai dengan tempatnya, dan internalisasi, yaitu peresapan dan penghayatan yang sangat mendalam dalam rangka ma’rifat (mengenal) sang pemberi, untuk apa dan bagaimana nikmat itu diberikan.
b. Surat Yusuf
Dalam Surat Yusuf ayat 6 dapat dipahami adanya pendidikan aqidah atau konsep ketuhanan oleh Y’akub kepada Yusuf, mengatakan “ Dan Demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana dia Telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak.”
c. Surat Hud
Materi pendidikan aqidah yang terdapat dalam Surat Hud yang mengkisahkan nabi Nuh dan amaknya, berisi ajakan Nabi Nuh kepada keluarga dan masyarakat umumnya untuk tidak menyembah berhala dan supaya meyakini kekuasaan dan kebesaran Allah.
Hal itu dilakukan karena pada saat itu masyarakat telah berpaling dari agama tauhid yang dibawa oleh nabi Idris dan berganti menganut agama raja dengan menyembah berhala.

d. Surat Maryam.
Dalam surat Maryam ayat 30, menyatakan dengan jelas sekali bahwa nabi Isa secara intuitif (dengan wahyu Allah) berbicara dalam rangka untuk membebaskan ibunya dari tuduhan perzinahan dan yang terpenting adalah menunjukkan kepada masyarakat tentang kekuasaan Allah.
Dari kisah peristiwa itu masyarakat yang telah menuduh Maryam berbuat serong akhirnya tertepis dan sadar bahwa terdapat Dzat Yang Maha Kuasa, yang dapat menghendaki sesuatu terjadi walaupun secara akal sehat hal itu tidak mungkin terjadi. Inilah pokok materi tauhid dalam surat Maryam.
e. Surat Al Baqarah.
Di dalam surat Al Baqarah ayat 132 dan 133 merupakan penegasan bahwa Rasul-rasul Allah menekankan kepada anak-anaknya bahwa Allah telah memilih agama Islam sebagai agamamu. Begitu Juga pertanyaan Ya’kub kepada anak-anaknya tentang apa yang akan mereka sembah setelah beliau meninggal ?
Anak-anak Ya’kub pun menjawab bahwa mereka menyembah Tuhan Ya’kub dan nenek moyangnya, yaitu tuhan Yang Maha Esa . Inilah bukti materi tauhid yang disampaikan oleh nabi Ibrahim dan Ya’kub kepada anak-anaknya.
Dengan demikian tidak dapat dipungkiri bahwa Syirk dalam persoalan aqidah merupakan suatu ancaman utama dalam sistem kepercayaan dan keyakinan umat Islam. Tercatat setidaknya 169 kali persoalan syirk diungkap dalam berbagai surat dalam al-Qur’an.

Menurut pemikiran penulis, karena begitu fundamentalnya persoalan tauhid ini, Allah seringkali menekankannya dalam al-Qur’an. Sehingga pantas dan patut jika materi pendidikan aqidah dalam Al Qu’an menenpati posisi pertama dan utama.
Syukur kepada kedua orang tua merupakan manifestasi dari segala perhatian dan curahan kasih sayang yang diberikan orang tua kepada anaknya. Syukur adalah aktualisasi diri dari nikmat yang Allah berikan dengan penggunaan yang semestinya, pada penggunaan yang diridlai Allah swt.



2. Materi Akhlak, terdapat dalam Al Qur’an, yaitu:
a. Surat Luqman.
Nilai-nilai pendidikan akhlak mulia juga ditunjukkan dalam surat Luqman mulai dari ayat 12 sampai dengan ayat 19, dengan komposisi bahwa ayat 12 dan 14 tentang bersyukur, ayat 14 dan 15 tentang berbakti kepada kedua orang tua, ayat 17 tentang sabar, ayat 18 tentang etika berkomunikasi, berjalan dan bersuara (bergaul dengan masyarakat).
Pada ayat ke 14 Surat Luqman, materi akhlak menekankan kepada anak agar senantiasa mengormati ibu terlebih dahulu, ini disebabkan karena ibu telah melahirkannya dengan susah payah, kemudian memeliharanya dengan kasih sayang yang tulus ikhlas, sehingga ibu berpotensi untuk tidak dihiraukan oleh anak karena kelemahan ibu yang berbeda dengan bapak. Di sisi lain peranan bapak dalam konteks kelahiran anak lebih ringan di banding dengan peranan ibu
Dalam ayat 17, Luqman memerintahkan anaknya agar bersikap sabar terutama dalam menjalankan perintah Allah, karena semua itu membutuhkan tenaga dan usaha yang tidak sedikit serta keteguhan hati yang tak berisiko tinggi. Dalam konteks inilah, idealnya sabar harus dimiliki setiap anak, karena dengan kesabaran, anak akan dapat mengahadapi segala persoalan yang arif dan dewasa serta tidak cepat putus asa. Di sinilah pentingnya materi sabar dalam pendidikan untuk anak-anak, dan ini telah dibuktikan Luqman al-Hakim kepada anaknya

Pendidikan Aklak lainnya dapat disaksikan dalam ayat 18-19 yang menyangkut masalah etika berkomunikasi, berjalan, bertutur kata, dan bertutur sapa (bergaul dengan masyarakat). Ayat tersebut terdapat dalam term sebagai berikut: ”wala tusha’ir khaddaka li al-nasi wala tamsyi fi al-ardli maraha”. Al-Sha’r secara etimologis berarti memalingkan leher dan muka ke arah lain dengan perasaan sombong

b. Surat Yusuf
Aspek pendidikan akhlak dalam surat Yusuf 4-5 yaitu bertujuan untuk membagun hubungan harmonis diantara yusuf dan saudara-saudaranya dengan cara Ya’kub meminta kepada Yusuf untuk tidak menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya, yang dinilai dapat menyebabkan iri dan dengki.
Sedang dalam ayat 6 materi akhlak terdapat dalam peristiwa upaya Ya’kub mengatasi kecemburuan saudara Yusuf yang lain atas perlakuannya kepada Yusuf dan Bunyamin.

c. Surat Hud
Dalam surat Hud, materi akhlak ditunjukkan dalam nasehat dan ajakan Nabi Nuh kepada kan’an supaya meninggalkan pergaulan dengan masyarakat yang sudah terkontaminasi oleh tradisi kerajaan yang menyimpang.
Moralitas Kan’an yang telah terpengaruh pergaulan dengan orang-orang kafir, menjadikan Kan,an menjadi anak yang durhaka kepada ayahnya (Nuh) dan ini mengisyaratkan aklak madzmumah yang harus dihindari menurut ajaran Islam.
Apa yang dilakukan Nuh merupakan realisasi tangung jawab pendidikan kepada anaknya. Kasih sayang dan perhatian nabi Nuh dilakukan untuk keberhasilan dan keselamatan anaknya, merupakan tanggung jawab moral orang tua kepada anaknya.


d. Surat Maryam
Dalam surat maryam 27-28 materi akhlak terdapat pada peristiwa sikap su’udzan dan tuduhan yang dilakukan umat/masyarakat saat merupakan akhlak madzmumah, walaupun itu suatu kewajaran secara akal, karena masyarakat mengetahui bahwa dalam keluarga Maryam bukan orang yang jahat.
Pada ayat 32 surat maryam jelas sekali perkataan Isa kecil tentang berbakti kepada ibunya dan Allah tidak menjadikan orang yang sombong lagi celaka.
Menurut hemat penulis, protektif dan pembelaan Isa terhadap ibunya walaupun secara intuisi merupakan wujud akhlak terpuji seorang anak untuk menjunjung tinggi orang tua, disamping pembelajaran akhlak yang ditampilkan pure kepada kaum nabi Isa saat itu.
3. Materi tentang ibadah dalam Al-Qur’an.
Ibadah adalah sutu kegiatan penghambaan seorang manusia kepada Allah, ketaatan terhadap apa yang telah diperintahkannya. Oleh karenanya ibadah digolongkan dalam dua kategori yaitu ibadah Mahdzoh (seperti syahadat, shalat dan lain-lain) dan ibadah ghoiru mahdzoh (beramal sholeh, yang didalamya termasuk berakhlakul karimah).
Di dalam Al Qur’an perintah ibadah sangat banyak sekali. Namun yang secara langsung tersurat kontek pendidikan ibadah di antaranya adalah:
a. Surat Luqman.
Pada ayat 12 dan 14 terdapat materi pendidikan ibadah yaitu perintah bersyukur kepada Allah yang disampaikan oleh Luqman kepada anakanya. Syukur atas nikmat dan karunia dari Allah merupakan bentuk ungkapan terima kasih seorang hamba kepada Sang Khaliq.

Ungkapan syukur dapat diimplementasikan melalui:
1) Lisan atau ucapan disebut syukur bil qoul
2) Hati atau wajah dengan menampakkan gembira disebut syukur bil qolbi
3) Penglihatan atau perbuatan disebut syukur bil fi’li

Sedangkan pada ayat 17 terdapat pendidikan ibadah dari Luqman kepada anaknya dalam bentuk perintah sholat, amar ma’ruf-nahi munkar dan perintah bersabar. Perintah ibadah dalam ayat ini saling berkaitan satu sama lain, karena shalat membawa dampak terlindungi dari perilaku mungkar . Sementara rintangan yang mempengaruhi kewajiban amar ma’ruf dan nahi mungkar tidaklah ringan. Karenaya diperlukan sikap sabar dalam menjalankan perintah Allah swt. tersebut.
b. Surat maryam.
Materi pendidikan ibadah dalam surat maryam, secara langsung ditunjukkan dalam ayat 31. Dalam ayat tersebut Isa mengabarkan kepada umatnya tentang perintah mendirikan shalat, dan menunaikan zakat.
Sementara pada ayat 29, ketika maryam dituduh melakukan sesuatu yang amat mungkar, maryam langsung menunjuk kepada anaknya (Isa), karena saat itu Maryam sedang melakukan puasa tidak berkata-kata.

D. Analisis Penulis mengenai ayat-ayat tentang materi Pendidikan Islam
Penanaman aqidah merupakan landasan pertama dalam pembentukan karakteristik dan moral anak. Islam mengajarkan agar orang tua membimbing anaknya agar memilki ahlak yang baik termasuk ahlak kepada Tuhan.


Pendidikan ibadah merupakan keharusan bagi setiap individu untuk mengantarkan anak sebagai hamba Allah yang sejati. Pendidikan ibadah ini harus diberikan kepada anak-anak, sebagai manifestasi penghambaan seorang manusia kepada Tuhannya.
Menurut hemat penulis, agaknya dikaitkannya ibadah individual (shalat) dengan kewajiban ber-amar ma’ruf nahi munkar sebagai ibadah sosial merupakan konsekuensi logis dari pandangan filosofis tentang manusia sebagai makhluk pribadi dan sosial, di samping sebagai makhluk yang berdimensi lahiriah dan spiritual






















BAB III
KESIMPULAN

Bertolak dari paparan uraian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu :
1. Luqman al-Hakim adalah manusia biasa yang dapat menembus sifat-sifat, kebiasaan-kebiasaan serta karakteristik manusia pada umumnya. Dia memiliki keutamaan (al-hikmah) yang sangat jarang dimiliki manusia lain. Keadaan inilah yang dapat membawa dirinya pada derajat yang sangat terhormat di hadapan Allah. Ia diposisikan hampir sama dengan para Nabi, walaupun pada hakekatnya tidaklah sama.

2. Ayat tentang materi pendidikan dalam Al Qur’an meliputi pendidikan aqidah, ibadah dan akhlak/moral. Ketiga materi tersebut merupakan satu paket yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Bila ketiga tata nilai tersebut bisa diserap oleh anak-anak dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, mereka akan menjadi manusia kamil sebagaimana yang diidealkan oleh pendidikan Islam.

Wallahu A’lamu bish Shawab













DAFTAR PUSTAKA

Al-Ghalayini, Musthafa.. Jami al-Durus al-Arabiyah. Vol. 1. (Beirut: Mansurat al-Maktabat al-Mishriyah, 1987)

Departemen Agama RI, Al Qur’an dan Terjemahnya (revisi terbaru), (Semarang: CV. Asy Syifa’, 2000)

Hilmi ‘Ali Sya’ban, Nuh ‘Alaih al- Salam, (Beirut: Dar al Kutub al-‘Ilmiyah, 1991)

Modul Orientasi Pembekalan Calon PNS, Basic Kompetensi Guru, (Jakarta : Departemen Agama Republik Indonesia, 2004)

Muhammad Abd al-Baqi.. al-Mu’jam al-Mufahras li Alfadz al-Qur’an al-Karim. (Mesir: Dar al-Ma’arif, 1986)

Mujama’ Khadim al-Haromain asy Syarifain al-Malik Fahd Littiba’at al-Mushaf asy Syarif, Al Qur’an dan Terjemahnya, (Medinah Munawaroh , 1412 H)

Musthafa, Ibrahim.. al-Mu’jam al-Wasith. (Beirut: Dar al-Fikr, 1990)

Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah,Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, Vol. 1 (Jakarta: Lentera Hati, 2002)

UUD 1945, Undang-Undang Republik Indonesia dan Perubahannya, (Penabur Ilmu, 2004)

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Cet. IV ( Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008)

W.J.S. Poerwadarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta : PN Balai Pustaka,1984)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar