Senin, 04 Juli 2011

HADIS TENTANG MEDIA PENDIDIKAN


HADIS TENTANG MEDIA PENDIDIKAN
Published://http.referensiagama.blogspot.com
by sariono sby

BAB I
PENDAHULUAN
Salah satu komponen yang menunjang keberhasilan pendidikan adalah media pembelajaran, karena dengan media pembelajaran siswa dirangsang untuk senantiasa memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru kepada muridnya. Berbicara masalah pembelajaran berarti membahas komponen-komponen yang terkait dengan pembelajaran mulai dari pembelajar, materi, tujuan, metode dan teknik, media ataupun alat, evaluasi atau penilaian, maupun hasil. Masing-masing komponen memegang peranan penting dalam rangka mencapai tujuan dan hasil belajar.
Dalam pembelajaran terjadi interaksi antara pendidik dan peserta didik selaku pembelajar, dimana materi pelajaran yang dipelajari oleh peserta didik agar optimal hasilnya diperlukan adanya metode dan media pembelajaran dengan harapan penyerapan materi pelajaran mudah dan hasil pembelajaran dapat optimal. Kaitannya dengan penelitian ini, salah satu komponen yang sangat penting dalam pembelajaran adalah adanya media pembelajaran.
Dalam pembahasan makalah kami kali ini membahas hadis yang berkaitan dengan media pendidikan/pembelajaran, dengan berusaha mentakhrij dan mengkritisi sanad dan kami analisis pendidikannya.












BAB II
PEMBAHASAN
A. Media Pembelajaran

Menurut Azhar Arsyad kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara (wasa-il) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. AECT (Association of Education and Communication Technology, 1977) dalam bukunya Azhar Arsyad memberikan batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi.
Sedang M. Basyiruddin Usman dan Asnawir mengartikan media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya
Ahmad Munjin Nasih dan Lilik Nur Kholidah mengartikan media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan guru untuk menyalurkan pesan kepada para siswa sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga mereka dapat memahami dengan baik dan benar apa yang disampaikan guru.
Dari beberapa definisi tersebut secara sederhana dapat diambil kesimpulan bahwa media merupakan suatu sarana atau sumber belajar yang dapat merangsang, mendorong dan membantu siswa dalam belajar.
Karenanya fungsi dan peranan media sangat penting dalam pembelajaran, sebab dalam pembelajaran terjadi interaksi antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa. Jika proses pembelajaran hanya dilakukan dengan komunikasi akan terkesan verbal, menimbulkan ketidak siapan siswa, kurang minatnya belajar, dan pembelajaran kurang efektif. Agar pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik serta hasil yang optimal, dalam menyusun perencanaan pembelajaran keberadaan media juga dimasukkan sebagai bagian integral. Pemilihan media juga harus tepat sesuai dengan materi pembelajaran agar keberadaan media benar-benar berfungsi sangat vital.

B. Penelitian Sanad Hadis
1. Takhrij Hadis
Kata Takhrij menurut bahasa dapat digunakan untuk beberapa arti yaitu : mengeluarkan (istinbat), melatih’meneliti (tadrib), menghadapkan (taujih). Dalam ilmu hadis takhrij dipahami untuk beberapa kepentingan di antaranya untuk menjelaskan tentang hadis kepada orang lain dengan menyebutkan periwayatan dalam hal sanad hadis tersebut. Dengan kata lain, mengeluarkan dan meriwayatkan suatu hadis dari beberapa kitab dan menunjukkan kitab-kitab sumber hadis.
Adapun cara melaksanakan takhrijul hadis, secara garis besar ada dua cara yaitu :
a. Mentakhrij hadis telah diketahui awal matannya, maka hadis tersebut dapat dicari atau ditelusuri dalam kitab-kitab hadis dengan dicarikan huruf awal yang sesuai urutan abjad.
b. Mentakhrij hadis dengan berdasarkan topic permasalahan (Takhrijul hadis bil maudhu’i).
Selanjutnya penulis mentakhrij hadis berdasarkan topik permasalahn yang yang sama atau dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dengan kitab hadis lain di antaranya:
a. Shahih Muslim
b. Shahih Bukhari
c. Sunan Abu Daud
d. Sunan Nasai
e. Musnad Ahmad bin Hambal

2. Hadis-hadis tentang media pendidikan
Adapun bunyi kutipan hadis yang penulis teliti adalah hadis tentang media pendidikan sebagai berikut :
a. Shahih Muslim

- 1حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ كِلَاهُمَا عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ نَفَرًا جَاءُوا إِلَى سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَدْ تَمَارَوْا فِي الْمِنْبَرِ مِنْ أَيِّ عُودٍ هُوَ فَقَالَ أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْرِفُ مِنْ أَيِّ عُودٍ هُوَ وَمَنْ عَمِلَهُ وَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّلَ يَوْمٍ جَلَسَ عَلَيْهِ قَالَ فَقُلْتُ لَهُ يَا أَبَا عَبَّاسٍ فَحَدِّثْنَا قَالَ أَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى امْرَأَةٍ قَالَ أَبُو حَازِمٍ إِنَّهُ لَيُسَمِّهَا يَوْمَئِذٍ انْظُرِي غُلَامَكِ النَّجَّارَ يَعْمَلْ لِي أَعْوَادًا أُكَلِّمُ النَّاسَ عَلَيْهَا فَعَمِلَ هَذِهِ الثَّلَاثَ دَرَجَاتٍ ثُمَّ أَمَرَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوُضِعَتْ هَذَا الْمَوْضِعَ فَهِيَ مِنْ طَرْفَاءِ الْغَابَةِ وَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ عَلَيْهِ فَكَبَّرَ وَكَبَّرَ النَّاسُ وَرَاءَهُ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ ثُمَّ رَفَعَ فَنَزَلَ الْقَهْقَرَى حَتَّى سَجَدَ فِي أَصْلِ الْمِنْبَرِ ثُمَّ عَادَ حَتَّى فَرَغَ مِنْ آخِرِ صَلَاتِهِ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي صَنَعْتُ هَذَا لِتَأْتَمُّوا بِي وَلِتَعَلَّمُوا صَلَاتِي
ِArtinya:Dari Yahya bin Yahya dan Qutaibah ibn Sa’id, keduanya dari Abdul aziz, berkata Yahya: telah mengabarkan kepada kami abdul Aziz bin Abi Hazim dari ayahnya bahwasanya orang-orang mendatangi Sahal ibn Sa’d As Sa’idiy dan mereka berbeda pendapat tentang kebiasaannya (berdakwah) di mimbar. Mereka menanyakan hal itu kepadanya. Demi Allah sesungguhnya saya mengetahui hal itu. Saya mengetahui pertama kali hal itu ditetapkan dan pertama kali Rasulullah saw. duduk di atasnya. Rasulullah saw. mengirim surat kepada seorang perempuan. Berkata Abu Hazim: sungguh disebutkan namanya pada hari itu, “Perintahkanlah pelayanmu (dari) Bani An Najjar supaya ia membuatkan untukku kayu-kayu (mimbar) yang saya duduki ketika saya berbicara di depan manusia.” Maka dikerjakanlah yang demikian itu dengan tiga tingkat. Kemudian Rasul menyuruh (untuk meletakkan) nya, maka diletakkanlah (mimbar itu) di sini. Mimbar itu terbuat dari kayu-kayu hutan. Sungguh saya melihat Rasulullah berdiri shalat di atasnya seraya bertakbir sedang orang-orang melihat beliau. Kemudian beliau naik kemudian beliau turun menuju ke belakang dan sujud di pangkal mimbar lalu kembali (ke mimbar). Ketika selesai dari shalatnya, beliau menghadap manusia dan berkata, “Wahai manusia, sesungguhnya saya melakukan ini agar kalian menyempurnakan dan mempelajari sholatku”
(HR. Muslim).
b. Shahih Bukhari
-1حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ عَنْ أَبِي حَازِمٍ قَالَ أَتَى رِجَالٌ إِلَى سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ يَسْأَلُونَهُ عَنْ الْمِنْبَرِ فَقَالَ بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى فُلَانَةَ امْرَأَةٍ قَدْ سَمَّاهَا سَهْلٌ أَنْ مُرِي غُلَامَكِ النَّجَّارَ يَعْمَلُ لِي أَعْوَادًا أَجْلِسُ عَلَيْهِنَّ إِذَا كَلَّمْتُ النَّاسَ فَأَمَرَتْهُ يَعْمَلُهَا مِنْ طَرْفَاءِ الْغَابَةِ ثُمَّ جَاءَ بِهَا فَأَرْسَلَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَا فَأَمَرَ بِهَا فَوُضِعَتْ فَجَلَسَ عَلَيْه
-2حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيُّ الْقُرَشِيُّ الْإِسْكَنْدَرَانِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو حَازِمِ بْنُ دِينَارٍ:أَنَّ رِجَالًا أَتَوْا سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ السَّاعِدِيَّ وَقَدْ امْتَرَوْا فِي الْمِنْبَرِ مِمَّ عُودُهُ فَسَأَلُوهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْرِفُ مِمَّا هُوَ وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ أَوَّلَ يَوْمٍ وُضِعَ وَأَوَّلَ يَوْمٍ جَلَسَ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى فُلَانَةَ امْرَأَةٍ مِنْ الْأَنْصَارِ قَدْ سَمَّاهَا سَهْلٌ مُرِي غُلَامَكِ النَّجَّارَ أَنْ يَعْمَلَ لِي أَعْوَادًا أَجْلِسُ عَلَيْهِنَّ إِذَا كَلَّمْتُ النَّاسَ فَأَمَرَتْهُ فَعَمِلَهَا مِنْ طَرْفَاءِ الْغَابَةِ ثُمَّ جَاءَ بِهَا فَأَرْسَلَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَ بِهَا فَوُضِعَتْ هَا هُنَا ثُمَّ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَيْهَا وَكَبَّرَ وَهُوَ عَلَيْهَا ثُمَّ رَكَعَ وَهُوَ عَلَيْهَا ثُمَّ نَزَلَ الْقَهْقَرَى فَسَجَدَ فِي أَصْلِ الْمِنْبَرِ ثُمَّ عَادَ فَلَمَّا فَرَغَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا صَنَعْتُ هَذَا لِتَأْتَمُّوا وَلِتَعَلَّمُوا صَلَاتِي
c. Sunan Abu Daud
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيُّ الْقُرَشِيُّ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمِ بْنُ دِينَارٍ
أَنَّ رِجَالًا أَتَوْا سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ السَّاعِدِيَّ وَقَدْ امْتَرَوْا فِي الْمِنْبَرِ مِمَّ عُودُهُ فَسَأَلُوهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْرِفُ مِمَّا هُوَ وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ أَوَّلَ يَوْمٍ وُضِعَ وَأَوَّلَ يَوْمٍ جَلَسَ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى فُلَانَةَ امْرَأَةٌ قَدْ سَمَّاهَا سَهْلٌ أَنْ مُرِي غُلَامَكِ النَّجَّارَ أَنْ يَعْمَلَ لِي أَعْوَادًا أَجْلِسُ عَلَيْهِنَّ إِذَا كَلَّمْتُ النَّاسَ فَأَمَرَتْهُ فَعَمِلَهَا مِنْ طَرْفَاءِ الْغَابَةِ ثُمَّ جَاءَ بِهَا فَأَرْسَلَتْهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَ بِهَا فَوُضِعَتْ هَاهُنَا فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَيْهَا وَكَبَّرَ عَلَيْهَا ثُمَّ رَكَعَ وَهُوَ عَلَيْهَا ثُمَّ نَزَلَ الْقَهْقَرَى فَسَجَدَ فِي أَصْلِ الْمِنْبَرِ ثُمَّ عَادَ فَلَمَّا فَرَغَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا صَنَعْتُ هَذَا لِتَأْتَمُّوا بِي وَلِتَعْلَمُوا صَلَاتِي
d. Sunan Nasai
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمِ بْنُ دِينَارٍ : أَنَّ رِجَالًا أَتَوْا سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ السَّاعِدِيَّ وَقَدْ امْتَرَوْا فِي الْمِنْبَرِ مِمَّ عُودُهُ فَسَأَلُوهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْرِفُ مِمَّ هُوَ وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ أَوَّلَ يَوْمٍ وُضِعَ وَأَوَّلَ يَوْمٍ جَلَسَ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى فُلَانَةَ امْرَأَةٍ قَدْ سَمَّاهَا سَهْلٌ أَنْ مُرِي غُلَامَكِ النَّجَّارَ أَنْ يَعْمَلَ لِي أَعْوَادًا أَجْلِسُ عَلَيْهِنَّ إِذَا كَلَّمْتُ النَّاسَ فَأَمَرَتْهُ فَعَمِلَهَا مِنْ طَرْفَاءِ الْغَابَةِ ثُمَّ جَاءَ بِهَا فَأُرْسِلَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَ بِهَا فَوُضِعَتْ هَا هُنَا ثُمَّ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَقِيَ فَصَلَّى عَلَيْهَا وَكَبَّرَ وَهُوَ عَلَيْهَا ثُمَّ رَكَعَ وَهُوَ عَلَيْهَا ثُمَّ نَزَلَ الْقَهْقَرَى فَسَجَدَ فِي أَصْلِ الْمِنْبَرِ ثُمَّ عَادَ فَلَمَّا فَرَغَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا صَنَعْتُ هَذَا لِتَأْتَمُّوا بِي وَلِتَعَلَّمُوا صَلَاتِي
e. Musnad Ahmad bin Hambal
مسند أحمد (46/ 349(
-1 حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ :أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ الْمِنْبَرِ مِنْ أَيِّ عُودٍ هُوَ قَالَ أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْرِفُ مِنْ أَيِّ عُودٍ هُوَ وَأَعْرِفُ مَنْ عَمِلَهُ وَأَيُّ يَوْمٍ صُنِعَ وَأَيُّ يَوْمٍ وُضِعَ وَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّلَ يَوْمٍ جَلَسَ عَلَيْهِ أَرْسَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى امْرَأَةٍ لَهَا غُلَامٌ نَجَّارٌ فَقَالَ لَهَا مُرِي غُلَامَكِ النَّجَّارَ أَنْ يَعْمَلَ لِي أَعْوَادًا أَجْلِسُ عَلَيْهَا إِذَا كَلَّمْتُ النَّاسَ فَأَمَرَتْهُ فَذَهَبَ إِلَى الْغَابَةِ فَقَطَعَ طَرْفَاءَ فَعَمِلَ الْمِنْبَرَ ثَلَاثَ دَرَجَاتٍ فَأَرْسَلَتْ بِهِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوُضِعَ فِي مَوْضِعِهِ هَذَا الَّذِي تَرَوْنَ فَجَلَسَ عَلَيْهِ أَوَّلَ يَوْمٍ وُضِعَ فَكَبَّرَ هُوَ عَلَيْهِ ثُمَّ رَكَعَ ثُمَّ نَزَلَ الْقَهْقَرَى فَسَجَدَ وَسَجَدَ النَّاسُ مَعَهُ ثُمَّ عَادَ حَتَّى فَرَغَ فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا فَعَلْتُ هَذَا لِتَأْتَمُّوا بِي وَلِتَعْلَمُوا صَلَاتِي
فَقِيلَ لِسَهْلٍ هَلْ كَانَ مِنْ شَأْنِ الْجِذْعِ مَا يَقُولُ النَّاسُ قَالَ قَدْ كَانَ مِنْهُ الَّذِي كَانَ

مسند أحمد (37/ 512(
-2 حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ الْمِنْبَرِ مِنْ أَيِّ عُودٍ هُوَ قَالَ أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْرِفُ مِنْ أَيِّ عُودٍ هُوَ وَأَعْرِفُ مَنْ عَمِلَهُ وَأَيُّ يَوْمٍ صُنِعَ وَأَيُّ يَوْمٍ وُضِعَ وَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّلَ يَوْمٍ جَلَسَ عَلَيْهِ أَرْسَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى امْرَأَةٍ لَهَا غُلَامٌ نَجَّارٌ فَقَالَ لَهَا مُرِي غُلَامَكِ النَّجَّارَ أَنْ يَعْمَلَ لِي أَعْوَادًا أَجْلِسُ عَلَيْهَا إِذَا كَلَّمْتُ النَّاسَ فَأَمَرَتْهُ فَذَهَبَ إِلَى الْغَابَةِ فَقَطَعَ طَرْفَاءَ فَعَمِلَ الْمِنْبَرَ
مسند أحمد بن حنبل (5/ 339(

-3 حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا إسحاق بن عيسى ثنا عبد العزيز بن أبي حازم عن أبيه عن سهل بن سعد : أنه سئل عن المنبر من أي عود هو قال أما والله إني لأعرف من أي عود هو وأعرف من عمله وأي يوم صنع وأي يوم وضع ورأيت النبي صلى الله عليه و سلم أول يوم جلس عليه أرسل النبي صلى الله عليه و سلم إلى امرأة لها غلام نجار فقال لها مري غلامك النجار أن يعمل لي أعوادا أجلس عليها إذا كلمت الناس فأمرته فذهب إلى الغابة فقطع طرفاء فعمل المنبر ثلاث درجات فأرسلت به إلى النبي صلى الله عليه و سلم فوضع في موضعه هذا الذي ترون فجلس عليه أول يوم وضع فكبر هو عليه ثم ركع ثم نزل القهقري فسجد وسجد الناس معه ثم عاد حتى فرغ فلما انصرف قال يا أيها الناس إنما فعلت هذا لتأتموا بي ولتعلموا صلاتي فقيل لسهل هل كان من شأن الجذع ما يقول الناس قال قد كان منه الذي كان
تعليق شعيب الأرنؤوط : إسناده صحيح على شرط مسلم
3. Skema Periwayatan Hadis
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ


سلمة ابن دِينَار



عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ


يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعْيد سَعِيدٍ


مسلم







5. Kritik sanad
a. Imam Muslim
Imam Muslim nama lengkapnya Abu Al husein Muslim Ibnu al Hajjaj al-Qusyaeri al-Nisyaburi.Beliau sering mengadakan perlawatan ke berbagai negeri untuk mencari hadis. Guru-guru Imam Muslim antara lain: Yahya bin Yahya dan Ishaq ibn Rawahaih di Khurasan, Ahmad bin Hambal dan Abdullah ibn Maslamah di Irak, Sa’id ibn Mansyur dan Abu Mas’ud di Hijaj, Amr ibnSawad dan Harmalah ibn Yahya di Mesir.
Guru-guru Imam Muslim yang lain adalah Usman dan Abu Bakar keduanya putra Abu Shaibah, Shaibah ibn farwakh, Abu Kamil Al-Jurri, Zuhair ibn Harb, Amr al-Naqid, Muhammad ibn Musanna, Muhammad ibn Yassar Harun ibn Sa’id al-Ijli, dan Qutaibah ibn Sa’id
Sedangkan murid-murid Imam Muslim antara lain Abu Isa al-Tirmidzi, Yahya ibn Said, Muhammad ibn Sufyan, Muhammad ibn Ishaq ibn Huzaimah, Abu Awanah Ya’kub ibn Ishaq al Asyfarayani, Abu Amr Ahmad bin Mubarak, Abu Hamid Achmad ibn Hamdan al A’masi, Abu Abbas Muhammad ibn Ishaq ibn ibn al-Siraj, Abu Yatim al-Razi, Ahmad ibn Salmah, Musa ibn Harun, Ali bin Husain dan al Husainibn Muhammadibn Ziyad al-Qobbani.
b. Yahya bin Yahya
Beliau nama lengkapnya adalah Yahya ibn Yahya ibn Bakar ibn Abdir Rahman ad Dimyami al-Hindholi Abu Zakaria an Naisyaburi, lahir pada tahun 142 H dan wafat tahun 226 H.
Guru-gurunya: Sulaiman bin Bilal, Abdul aziz ibn abi Khazim, Malik bin AnasYusuf bin Ya’kub al Mahsun. Sedang murid-muridnya adalah Imam Bukhari, Muslim, Ibrahim bin Abdullah as-Sya’idi, Ismail ibn Ishaq as-Saqofi as-Siraj, Ja’far bin Muhammad bin al-Hasan al Ma’ruf, al Hasan bin Mansyur as Salimy, Salamah bin Sabib, Ali bin salamah al Baqy, Ali ibn ‘Isyam al ‘Amiri dan Fadhil ibn Ya’kub ar Rummy.
Penilaian Para ulama: menurut Ibn Hajar ia periwayat yang tsiqot tsabit. Menurut adz-Dzahabi, ia salah satu orang yang paling memahami banyak sekali hadis dan tidak ada orang lain yang demikian, menurut Abdullah ibn Abdurrahman ibn Hambal: Tsiqat dan memujinya dengan kebaikan, An-Nasa’i: tsiqat tsabat dan yahya bin yahya menurut Qutaibah ibn Said adalah seorang laki-laki yang shalih, pemimpin dari para pemimpin kaum muslimin
c. Abdul Aziz Ibnu Abi Khazim
Kelahiran beliau tidak diketahui, dan wafat tahun 184 H. Guru-gurunya antara lain: Ibnu Hazim Salamah ibnDinar, Suhail ibn Abi Shalih, ibn Usman Al Khazamy, Muhammad ibn Abi Haramalah dam Musa ibn Uqobah.
Sedangkan Murid-muridnya adalah Qutaibah ibn Sa’id, Mahrus bin Salamah, Muhammad ibn Hasan ibn zabalah al Makhzumy, Abu akhwas Muhammad bin Hayyan, Muh. Ibn Zanburi, Yahya bin Yahya an Nishaburi, Ya’kub bin Ibrahim
Penilaian Ulama, Menurut An Nasa’i: tidak apa-apa, dan dari sumber yang lain juga Tsiqoh,
Menurut Ibrahim: ia wafat dalam keadaan sujud

d. Qutaibah bin Said
Beliau lahir tahun 150 dan wafat tahun 240 H. Penilaian ulama terhadap Qutaibah adalah, menurut Ibnu Hajar: Tsiqot subut, namun adh-Dhahabi tidak menyebutnya, Abu hatim dan Nasa’i menilai Tsiqoh, namun Nasa’i menambahkan shoduq.




e. Salamah bin Dinar
Waktu kelahiran dan wafat beliau dalam perselisihan. Guru-gurunya adalah: Sahal ibn Said Saidy, Abdullah bin Kharis, Abdullah bin Zubair, Atho’ ibn Abi Robbah dan “atho’ Ibn Yasar.
Sedangkan murid-muridnya adalah: Jabbar bin Abi Khazim, Abdul aziz ibn Abi Khazim, Abdul aziz ibn Abdillah, Muhammad bin Uyainah dan Muhammad bin Muslim bin Sahab Az Zuhry
Penilain Ulama terhadapnya adalah: menurut Ibn Hajar Tsiqoh ‘Abid, Ibnu Huzaimah menilai bahwa: Tsiqoh tidak ada yang menyamai pada zamannya.dan Abu Hatim, An-Nasa’i, Ahmad bin Abdillah al-Ijliy ، و زاد : رجل صالح dan menambahkan dengan komentar seorang laki-laki yang shalih.
f. Sahal bin sa’ad bin Malik bin Khalid al-Anshary
Beliau wafat pada tahun 88 H, sedang guru-gurunya antara lain: Abi ibn Ka’ab, Ashim ibn ‘Adi al-Anshary, Umar ibn ‘abasah dan Marwan ibn al-Hakim.
Sedang murid-muridnya antara lain: Bakar ibn Sawadah, Abu Khazim Salamahibn Dinar al-Madany, Sam’an Abu yahya al-Islami, Abbas ibn Sahal ibn Sa’ad as-Sa’idy dan Abdullah ibn abdurrahman bin Abi Dabab
Penilaian Ulama terhadap Sahal bin sa’ad bin Malik bin Khalid al-Anshary yaitu: Abu Yahya al-Madani menilai bahwa dia dan ayahnya termasuk sahabat rasulullah, Ibnu hajar dan adh Dhahabi menilai dia sebagai sahabat.

5. Natijah Hadis
Berangkat dari beberapa sanad dan ketersambungannya serta dengan memperhatikan guru dan murid dari masing sanad, maka dapat dikatakan natijah sanad hadis di atas: marfu’, muttashil dan shahih


6. Analisa Kependidikan
Di dalam Hadis-hadis di atas memuat paparan adanya sarana atau media pembelajaran yang dipakai dengan tujuan untuk memudahkan seorang guru (Da’i) menyampaikan pesan atau ajaran kepada khalayak tholibin.
Rasulullah sendiri memakai mimbar untuk menyampaikan dakwah kepada umatnya, bahkan dijadikan suatu alat untuk demontrasi atau praktek langsung tentang tata cara bagaimana melakukan Ibadah Shalat yang benar menurut ajaran Islam.
Dengan demikian pendidikan islam juga harus ditopang dengan sarana atau media baik yang sudah tersedia di alam ini maupun media yang dibuat oleh manusia, utamanya pada era teknologi informasi ini, pendidikan islampun wajib menggunakan media yang berbasis Information Comunication and Tecnology (ICT).
Pada saat ini fenomena yang didemontrasikan oleh Rasulullah seperti dalam hadis dapat kita temukan dengan adanya media pembelajaran film diam dan bergerak, sepewrti Over Head Proyektor (OHP), televisi dan Video.













BAB III
KESIMPULAN

1. Setelah membahas hadis nabi yang berkaitan dengan media pendidikan atau pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa; Rasulullah sangat memperhatikan pendidikan, sehingga beliau memikirkan sarana/alat atau media yang dapat mempermudah sampainya ilmu kepada siswa atau tolibin
2. Hadis tentang media pendidikan tersebut di atas banyak diriwayatkan oleh perawi yang tsiqoh, sehingga hadits tentang media pendidikan tersebut dapat dijadikan dasar dianjurkannya penggunaan media dalam proses pembelajaran





















DAFTAR PUSTAKA
Azhar arsyad, Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta: Gaung Persada., 2009)
Ahmad Munjin Nasih dan Lilik Nur Kholidah, Strategi Belajar Mengajar Meujudkan Pembelajaran Bermakna (Bandung,:Media Citra,2009)
M.Basyiruddin Usman dan Asnawir. Strategi Belajar Mengajar Meujudkan Pembelajaran Bermakna Melalui Konsep Umum dan Konsep Islam, (Bandung, Pt. Refika Aditama, 2007)
Muh. Zuhri, Hadis Nabi:Telaah histories dan Metodologis, (Yogjakarta: Tiara Wacana, 1997) Muhammad Achmad, Ulumul Hadis, (Bandung: Pustaka Setia, 2000), th
Zainul Arifin, Studi Kitab Hadis, Cet. (Surabaya: Al Muna, 2010)
Maktabah samilah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar